Alasan Mengapa Tidak Boleh Sembarang Pilih Sekolah Pilot

Berprofesi sebagai seorang pilot memang sangat membanggakan. Selain dengan seragam yang penuh wibawa juga punya kehidupan yang baik untuk masa depan, hal ini dilihat dari prospek karir dan juga penghasilan yang diperoleh. Masuk sekolah pilot setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah umum menjadi salah satu jalan untuk meraih profesi ini. Dengan melakukan proses pendaftaran sesuai petunjuk dan mengikuti tahap seleksi sampai dinyatakan lulus dan diterima, siswa penerbang dapat mengikuti pendidikan di sekolah pilot dalam waktu yang telah ditentukan.

pilih-sekolah-pilot

Namun, yang patut digaris bawahi dalam hal ini adalah sekolah pilot yang dipilih, entah itu di dalam maupun di luar negeri. Memilih sekolah tidak boleh secara asal-asalan misal karena ajakan teman atau jaraknya relatif dekat dari tempat tinggal. Fatalnya, masalah pendidikan bakal mempengaruhi kelancaran studi bahkan juga masa depan. Berikut tiga rangkuman kerugian yang kemungkinan dialami:

Biaya membengkak

Saat mendaftar sekolah pilot biasanya pihak sekolah menyertakan biaya pendidikan yang nantinya harus dilunasi oleh calon siswa penerbang ketika dinyatakan diterima. Ada sekolah yang mengharuskan siswanya membayar pendidikan secara keseluruhan, ada pula yang memberikan keringanan dengan program cicilan. Namun, perihal yang bisa saja terjadi ketika pendidikan dijalani terdapat biaya tambahan di luar biaya sekolah semula. Tentu saja bisa menyebabkan keuangan membengkak bila terjadi hal demikian karena pada siklusnya terjadi secara tidak terduga. Ingat, kalau biaya sekolah tidak dapat dilunasi tak menutup kemungkinan studi bisa terhambat. Untuk itulah, meneliti sekolah lebih lanjut termasuk mengenai biaya menjadi satu hal penting demi kelancaran pendidikan.

Durasi pendidikan tidak sesuai rencana

Durasi sekolah penerbangan memang lebih singkat dibandingkan sekolah tinggi lain, ada yang menawarkan 1 tahun, 1,5 dan ada pula 2 tahun. Akan tetapi, hal yang kemungkinan terjadi bila salah pilih sekolah pilot adalah masa pendidikan yang tidak sesuai dengan rencana awal. Misal, masa pendidikan diperkirakan hanya 1,5 tahun. Siswa pilot bisa lambat lulus menjadi 2 tahun apabila fasilitas yang dimiliki sekolah kurang memadai. Contohnya masih menggunakan pesawat dan bandara latih umum sehingga harus bergantian dengan para siswa dari sekolah penerbangan lain untuk latihan terbang. Akibatnya kandidat yang menunggu giliran terbang bisa terlantar di lokasi. Inilah sebabnya mengapa cadet pilot sering kali lambat lulus atau pendidikan yang ditempuhnya tidak sesuai dengan planning.

Nganggur setelah lulus sekolah

Hal yang lebih mengkhawatirkan lagi dalam dunia penerbangan adalah ketika usai menganyomi pendidikan. Para siswa yang telah lulus dari sekolah harus bersaing dengan calon-calon pilot lainnya untuk memperjuangkan posisi di airline. Apabila kemampuan dan pengetahuan terbang minim, bukan tidak mungkin akan tersingkirkan. Terlebih kalau sekolah tempat menjalani pendidikan akreditasnya kurang diakui bahkan nama baik sekolah tercemar, bisa-bisa tidak memperoleh kesempatan untuk bersaing dengan para pilot lain atau dengan kata lain gugur dalam bidang administrasi. Biaya sekolah penerbangan yang tidak murah pastinya tidak sinkron bila harus menganggur. Alih-alih mengembalikan semua biaya pendidikan yang digunakan dalam jumlah ratusan juta rupiah, memperoleh pekerjaan saja amat sulit.

Banyak hal yang membuat orang-orang sampai salah pilih sekolah. Akibatnya para orang tua juga harus memindahkan anaknya ke sekolah penerbangan lain, sehingga jelas biayanya menjadi tambah besar. Oleh karena itu, gapailah cita-cita menjadi seorang pilot profesional dengan memilih tempat pendidikan yang berkualitas. Baiknya lakukan konsultasi ke sekolah penerbangan, mempertimbangkan referensi dari lulusan sekolah pilot, atau juga dapat mengikuti seminar-seminar yang diselenggarakan untuk dapat memilih sekolah pilot yang tepat.